Already Miss you, Mak, Ayah...

selamat pagi...

kemaren, tanggal 4 Oktober, kedua mertua saya, (saya biasa memanggil Mamak dan Ayah, seperti suami saya memanggil mereka). berangkat ke tanah suci Mekkah. tentu itu adalah hari yang paling membahagiakan, , karena selama 40 hari mereka akan jauh dari kami. tapi kami semua tau, Mamak dan Ayah pergi untuk kembali pulang dan menjadi lebih baik.

semoga mereka sehat sehat disana, dan pulang dengan sehat dan selamat, dan menjadi Haji yang mabrur. Amiiiinn...

dan seperti biasanya, setiap ada acara, rumah kami pasti penuh penghuni, saudara saudara dari kampung Ayah dan Mamak berdatangan, menginap dan tinggal di rumah mertua. jadi saya juga sibuk, sebagai menantu pertama, (suami saya anak paling besar) saya bertanggung jawab untuk menghandle segala sesuatu. sampai hari H, mereka berangkat ke kantor walikota, untuk dikumpulkan, disana juga ada acara dari walikota, setelah itu mereka berangkat ke asrama haji di Medan.

banyaaaaaak sekali orang yang mengantar sanak saudara mereka di kantor walikota. saya dan semua saudara-saudara ikut mengantar Ayah dan Mamak. saya terharu, saya menangis bahagia, melihat mamak ada di kursi calon jemaah haji.
FYI, tiap tahun, setiap keberangkatan haji, saya dan Mamak (juga Ara) selalu ikut berdesakan menjadi pengunjung yang turut mengantarkan jemaah jemaah haji itu untuk berangkat ke asrama Haji Medan untuk terbang keesokan harinya ke Mekah. enggak tau kenapa, tapi rasanya senang bisa mengantar mereka ke tanah suci, perasaan terharu, dan airmata akan menetes jika mendengar seruan seruan Talbiya berkumandang melepas kepergian jemaah haji ke Medan...

Mamak memang kepengeeeeen sekali naik haji, kebetulan, dengan uang yang dikumpulkan, tahun 2009, akhirnya Mamak dan AYah bisa mendaftar Haji, dan berangkat tahun 2011 ini.

persiapan Ayah dan Mamak mau naek haji juga heboooooh. hehehhehehe, saya yang ikut menata koper mereka sempat cekikikan dan kadang menyisihkan barang-barang yang tidak perlu dibawa. seperti : Mamak terlalu banyak bawa rinso, dan teh bubuk. Ayah terlalu banyak membawa roti dan makanan kering. hehehehe... tapi sungguh menyenangkan rasanya bisa bercanda selalu dengan Mamak dan Ayah.

hubungan saya dengan kedua mertua saya memang baik, bahkan cenderung kurang formal, mereka sudah saya anggap seperti orangtua saya sendiri. saya biasa becanda, kadang protes juga kalo sesuatu tidak sesuai dengan pikiran saya. ada teman saya yang takut sama mertuanya, sampai sampai mau ngobrol pun keluar keringat dingin.
heheheh.
mungkin karena tinggal dengan mereka selama hampir 7 tahun, membuat saya jadi seperti ini yaa....

balik lagi ke cerita Haji, akhirnya berangkatlah mertua saya, Ara udah merasa sedih, karna dia sangat dekat dengan Mamak, bahkan sebulan sebelum kepergian Mamak ke Mekah, dia selalu tidur berdua sama Mamak.

tapi saya tidak ikut mengantar sampai ke Medan, karena banyak saudara saudara kandung Mamak dan Ayah yang mengantar sampai ke Medan (mobilnya enggak cukup). heheh jadi yang ngantar, my hubby dan adik laki lakinya.

tapi untung juga saya enggak ikut, banyak banget yang mau diberesin di rumah, piring piring kotor, rumah juga berantakan karena banyak saudara. akhirnya saya dan istri adik laki laki my hubby beresin rumah dan segala macemm...

kalo tidak salah, mereka akan kembali tanggal 15 November.

mudah mudahan mereka disana sehat sehat... doakan ya temaaaannn teman......

Komentar

  1. Saya jadi teringat ayah (kepingin ngobrol bareng ama ayah)

    BalasHapus

Posting Komentar

Pos populer dari blog ini

Dapet Hadiah..

CAFE 339 - PEMATANGSIANTAR

bikin kue nastar malas (cara gue)